Sunday, April 21, 2013

Gangguan Mental Akibat MBAH Google wkwk



Guys, hari ini gue mau posting artikel mengenai gangguan psikis akibat dari Internet kalau kita sering – sering berlama – lama kayak gini bisa bahaya tuh, ni ada beberapa penyakit yang muncul akibat dari internet :

1. Communication Addiction Disorder

Gangguan mental yang dipicu internet  yang pertama adalah Communication Addiction Disorder jika diterjemahkan dengan harfiah berarti kecanduan komunikasi. Orang penderita gangguan ini merasa harus berkomunikasi walaupun sebetulnya tidak perlu. Pertama kali dikemukakan oleh Joseph B. Walther dengan makalahnya yang berjudul Communication Addiction Disorder: Concern over Media, Behavior and Effect.
Dalam makalahnya, Walther menjelaskan penggunaan Internet secara berlebihan selain menyebabkan kecanduan Internet, yang memicu kecanduan komunikasi. Walaupun terdengar lucu tetapi gangguan ini pastinya bisa mengganggu keseharian orang disekitar. Karena Sobat akan dicap sebagai bawel dan biasanya cenderung kurang disukai orang pada umumnya.

2. Intermittent Explosive Disorder Online

Intermittent Explosive Disorder Online adalah gangguan mental yang dipicu internet berikutnya,Orang yang mengidap gangguan ini memiliki kendala dalam mengontrol emosi mereka. Mereka biasanya tidak akan segan-segan menghujat-hujat, menghina-hina ataupun memaki-maki orang yang dianggap mereka mengganggu. Orang ini gampang terlihat, terutama di forum. Di mana dia sangat gampang menggunakan huruf besar semua.
Penyakit ini bisa muncul tidak lain karena Internet menawarkan anonimitas. Bayangkan saja, tidak ada orang lain yang mengenali Sobat. Jadi jika Sobat menghujat-hujat seseorang di forum diskusi, kemungkinan besar orang tersebut juga tidak bisa menghajar Sobat. Itulah sebabnya orang relatif gampang menunjukkan emosinya di dunia Internet dibandingkan dunia nyata.

3. Low Frustation Tolerance

Gangguan mental yang dipicu internet  yang selanjutnya adalah Low Frustation Tolerance ,Sobat baru saja posting sebuah tulisan yang sempurna pada sebuah forum. Sobat sangat yakin post ini akan dilihat banyak orang, komentar-komentar akan berdatangan dan bahkan mungkin Sobat akan mendapat Good Reputation. Kamu terus menerus menekan F5 untuk me-refresh halaman post Sobat untuk melihat perkembangannya setiap beberapa detik.
Tetapi beberapa menit kemudian tetap tidak ada yang berkomentar, maka Sobat me-reply postingan Sobat sendiri. Selamat Sobat mungkin merupakan salah satu pengidap penyakit LFT. Orang pengidap Low Frustation Tolerance cenderung ingin mendapatkan kesenangan sesaat dan tidak suka kesakitan sesaat. Oleh karena itu toleransi mereka atas frustasi (karena kesalahan atau kegagalan) sangat rendah.

Jika post sesuatu di Internet mereka tidak sabar ingin melihat hasilnya, tetapi enggan menunggu. Dan kalau hasilnya tidak memuaskan dia akan merasa kekecewaan yang mendalam. Penyakit ini dikarenakan fleksibilitas Internet. Di Internet kita bisa menerima informasi apa yang kita mau dengan cepat. Kita bisa membaca berita yang kita mau. Kita bisa mendengar lagu yang kita mau dengar. Kita bisa menonton video yang kita mau. Kita menjadi terbiasa akan hal ini. Oleh karena itu, secara tidak sadar kita dilatih untuk menjadi tidak sabar. Yang pada akhirnya tidak bisa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian

.

4. Münchausen syndrome

Gangguan mental yang dipicu internet  yang  terakhir adalah Münchausen syndrome yang biasanya Orang pengidap suka sekali melebih-lebihkan sesuatu guna menarik simpati atau perhatian orang lain. Terkadang mereka sengaja berbohong dengan menceritakan kejadian-kejadian menyedihkan supaya orang mengasihani dirinya.
Gangguan ini sudah ada sejak dulu, tetapi kemunculan di Internet tercatat di awal tahun 1990 sudah ada. Tetapi baru tahun 1998 sindrom Münchausen di Internet diidentifikasi secara khusus oleh seorang psikiater bernama Marc Feldman yang kemudian menyebutnya sebagai “Münchausen by Internet”.
Sama dengan Intermittent Explosive Disorder Online, tidak ada yang mengetahui identitas seseorang di dalam dunia maya. Oleh karena itu, ketika seseorang berbohong guna menarik simpati orang, maka kebohongannya juga sulit dilacak dibandingkan dia berbohong di hadapan orang langsung. Karena demikianlah Internet bisa menjadi pemicu bagi orang-orang untuk melakukannya.
So guys hati – hati ya ! :D moga-moga bermanfaat

0 komentar: